Presiden Oyen

Semua bermula ketika sistem pemungutan suara digital di Indonesia mengalami glitch paling legendaris dalam sejarah. Di kolom nama kandidat nomor urut 11, entah bagaimana, muncul foto seekor kucing kampung berwarna oranye dengan wajah sangat sombong yang sedang menjilat jempol kakinya.

Rakyat, yang sudah lelah dengan janji-janji manis politikus manusia, iseng memilih foto digtal itu. Hasilnya? Si Oyen menang telak 85%.

Mahkamah Konstitusi bingung. Tapi karena undang-undang terbarunya tidak spesifik menyebutkan bahwa Presiden haruslah spesies Homo sapiens, maka pelantikan tetap dilaksanakan.

Hari pertama menjabat, Presiden Oyen menolak tinggal di Istana Negara. Ia lebih memilih tidur di atas tumpukan dokumen negara yang berada di dalam kardus bekas di pojok ruang rapat kabinet.

Kebijakan pertama yang ia keluarkan lewat bunyi Meong yang diterjemahkan oleh penerjemah ahli adalah:

  1. Wajib Tidur Siang Nasional: Seluruh aktivitas perkantoran, sekolah, dan pabrik harus berhenti total dari jam 1 siang sampai jam 4 sore. Siapa yang berisik akan dikenakan sanksi berupa dicakar halus.
  2. Pajak Ikan Tongkol: Seluruh restoran seafood wajib menyisihkan 10% ikan tongkol terbaik mereka untuk diletakkan di pinggir jalan setiap sore.
  3. Hari Tanpa Vakum Cleaner: Karena suara mesin penghisap debu dianggap sebagai ancaman perang, alat tersebut dilarang keras digunakan di seluruh wilayah kedaulatan Indonesia.

Para menteri awalnya protes. Namun, mereka menyadari bahwa bekerja di bawah kepemimpinan Presiden Oyen sangatlah tenang. Rapat kabinet tidak lagi penuh instruksi marah-marah, melainkan hanya berisi suara purring (mendengkur) dari sang Presiden yang membuat semua menteri ikut mengantuk dan merasa damai.

Ekonomi meningkat tajam karena ekspor catnip Indonesia merajai pasar dunia. Hubungan internasional pun membaik. Presiden Amerika datang berkunjung dan hanya perlu memberikan puk-puk di bawah dagu Presiden Oyen untuk menandatangani perjanjian damai.

Namun, drama muncul saat Presiden Oyen tiba-tiba menghilang selama tiga hari. Seluruh intelijen negara dikerahkan. Ternyata, Sang Presiden sedang terjepit di atas pohon mangga milik warga karena mengejar seekor tikus, dan ia lupa cara turun.

Setelah kejadian itu, Presiden Oyen mengundurkan diri melalui surat yang hanya berisi cap kaki berlumpur, lalu kembali menjadi penguasa di sebuah warung pecel lele.


Title: Presiden Oyen

Author: Virgoygsetia

Category: Cerpen, Absurd, Indonesia