Agus sedang lapar tingkat dewa. Ia membuka aplikasi ojek online untuk memesan martabak telur spesial. Karena jempolnya licin kena sisa gorengan, dia tidak sengaja mengklik layanan yang logonya bukan motor, melainkan naga terbang dengan helm hijau.
Nama layanannya: Grab-Awan (Kirim Kilat Lintas Langit).
Hanya dalam waktu tiga detik, terdengar suara gemuruh petir di depan rumahnya. Sebuah motor bebek tahun 90-an yang dipasangi sayap mendarat dengan anggun. Driver-nya memakai jaket hijau yang sudah agak pudar dan helm yang mengeluarkan percikan listrik.
"Atas nama Mas Agus? Mau ke Kantor Pajak ya?" tanya si Driver dengan suara bergema.
"Eh, bukan... saya mau pesen martabak," jawab Agus gemetar.
"Waduh, aplikasi saya lagi error, Mas. Malah muncul tulisan jemput penumpang ke Khayangan. Ya sudah, karena sudah telanjur klik, naik aja. Gratis tis! Tapi jangan pegangan pinggang, saya masih normal."
Tanpa sempat protes, Agus ditarik naik. Motor itu menanjak 90 derajat ke atas, menembus awan mendung. Di atas sana, jalannya bukan aspal, melainkan pelangi yang sedang dalam masa perbaikan. Banyak papan pengumuman: Maaf, Pelangi Sedang Dicat Ulang.
"Kita di mana, Bang?" tanya Agus sambil mencengkram erat pundak si driver.
"Ini Tol Lingkar Langit KM 7. Kita harus buru-buru, saya ada orderan dari Dewa Indra. Beliau minta dikirimin paket isinya petir instan buat ngebubarin tawuran jin di gunung sebelah," jelas si Driver santai sambil menyalip burung elang yang sedang kebingungan.
Mereka mendarat di sebuah gerbang emas yang dijaga oleh dua raksasa yang sedang asyik main game. Si Driver memberikan kotak kardus yang bergetar-getar mengeluarkan suara Cess! Cess!
"Ini paketnya, Mas Dewa. Jangan lupa bintang limanya ya!" seru si Driver.
Sebagai tanda terima kasih karena sudah mengantar paket, Dewa Indra memberikan Agus sebuah koin emas yang kalau digigit rasanya seperti keju.
Agus pun diantar pulang. Saat sampai di depan teras rumahnya, motor itu menghilang bersama asap berbau melati. Agus melihat ke tangannya, koin emas itu benar-benar ada. Tapi saat ia masuk ke dalam rumah, martabak yang ia pesan lewat aplikasi normal tadi sudah sampai di meja makan.
Anehnya, martabaknya dingin, tapi di atasnya ada taburan bubuk awan yang bikin martabaknya bisa melayang-layang di dalam piring.
Title: Ojol Langit dan Paket Kilat Dewa Indra
Author: Virgoygsetia
Category: Cerpen, Absurd, Indonesia