Mbak Kunti sudah bekerja di pohon kamboja tua itu selama tiga ratus tahun. Biasanya, tugasnya sederhana, tertawa melengking jam dua pagi, duduk di dahan sambil menggoyangkan kaki, dan sesekali masuk ke dalam layar kamera pemburu hantu amatir.
Namun, belakangan ini, tawa Mbak Kunti tidak lagi terdengar menyeramkan. Suaranya lebih mirip orang yang sedang sesak napas karena panik.
"Hihihi... aduh... hihihi... cicilan panci presto gue jatuh tempo besok... hihihi..."
Ternyata, dunia gaib sudah mengalami modernisasi. Para hantu kini punya akses ke aplikasi Pinjol Ghoib, pinjaman online gaib. Mbak Kunti terjebak utang karena tergiur membeli daster putih model terbaru dengan teknologi anti-noda darah dan mesin cuci otomatis agar ia tidak perlu mencuci kain di sungai lagi.
Suatu malam, saat ia sedang asyik latihan melayang, tiba-tiba muncul sesosok Pocong yang memakai jaket kulit hitam dan membawa buku catatan. Dia adalah Debt Collector dari Bank Alam Baka.
Mbak Kunti yang sedang asyik melayang langsung ngerem mendadak di udara. Matanya melotot, jantungnya yang sudah tidak berdetak itu rasanya mau copot lagi.
"Waduh, mampus gue... si Pocica datang," gumam Mbak Kunti gemetaran. "Mana muka dia galak banget lagi, kayak belum dikasih pelicin kafan tiga bulan."
"Mbak Kunti, sudah lewat tiga purnama. Mana setoran emas murni atau energi ketakutan manusianya?" tanya si Pocong sambil loncat-loncat galak.
"Aduh, Bang Pocong, ampun! Manusia sekarang susah ditakutin. Saya muncul di depan mereka, eh malah diajak selfie buat konten TikTok. Gak ada energinya sama sekali!" keluh Mbak Kunti sambil menyeka air mata.
Si Pocong tidak peduli. "Pokoknya kalau besok belum bayar, pohon kamboja ini bakal disita dan dijadiin tiang jemuran sama Genderuwo!"
Mbak Kunti stres berat. Ia akhirnya memutuskan untuk pensiun sementara dari dunia hantu. Ia melamar kerja jadi pelayan di warung ayam geprek karena wajahnya yang pucat dianggap cocok dengan tema Ayam Geprek Pedas Mampus.
Setiap kali ada pelanggan yang datang, Mbak Kunti melayani dengan sangat cepat karena dia tidak jalan kaki, melainkan melayang pelan. Pelanggan tidak ada yang curiga, mereka pikir itu cuma trik pemasaran atau pelayannya sedang pakai sepatu roda yang sangat halus.
Suatu hari, seorang pelanggan tetap yang juga seorang produser film terperangah melihat cara kerja Mbak Kunti. "Mbak, wajah pucatnya itu otentik banget! Gak perlu makeup khusus lagi. Mau gak jadi bintang film?" tawarnya antusias.
Mbak Kunti, yang kini lebih suka dipanggil dengan nama panggung Mawar, tentu saja tidak menyia-nyiakan kesempatan. Sambil tetap mengelola warung, ia mulai merambah dunia digital. Ia membuka kanal YouTube khusus makeup bernama Mawar Putih Cantik Mempesona. Tutorialnya selalu viral, terutama tips cara mendapatkan kulit putih pucat tanpa harus meninggal dulu.
Tak berhenti di situ, Mawar juga sering membuat konten uji nyali di tempat-tempat angker. Sementara tim kameramennya lari kocar-kacir karena ketakutan, Mawar justru asyik nongkrong bareng penghuni lama. "Eh, Mas Genderuwo, itu bulunya dicukur dikit biar rapi kalau masuk kamera!" omelnya di depan kamera. Namanya makin melambung setelah ia membintangi film horor box office di mana dia tidak perlu berakting sama sekali, dia hanya perlu menjadi dirinya sendiri.
Kini, Mbak Kunti sukses jadi manajer warung sekaligus selebriti papan atas. Ia sudah melunasi cicilan pancinya dan bahkan sudah bisa mencicil asuransi jiwa walaupun dia sendiri sudah tidak punya jiwa.
Title: Kuntilanak: Pensiun Jadi Hantu, Sukses Jadi Artis
Author: Virgoygsetia
Category: Cerpen, Horor, Absurd, Indonesia