Pak Tejo punya pohon durian di belakang rumahnya yang sudah berumur 50 tahun. Pohon itu aneh. Alih-alih mengeluarkan bau harum yang menyengat, pohon itu malah mengeluarkan aroma seperti tinta printer dan kertas baru.
Warga desa sudah lama menunggu pohon itu berbuah, tapi yang muncul di dahan-dahannya bukan buah berduri, melainkan amplop-amplop cokelat bertali.
Suatu hari, angin kencang bertiup. Pak Tejo sedang duduk di bawah pohon sambil menikmati kopi. Tiba-tiba, PLUK!
Sebuah benda jatuh tepat di pangkuannya. Bukan durian Monthong, melainkan sebuah Sertifikat Tanah Hak Milik atas nama dirinya sendiri untuk lahan seluas 2 hektar di pinggir pantai.
"Loh? Kok?" Pak Tejo melongo.
Belum sempat ia berdiri, ia bersin karena debu. Hatchi!
Seketika, pohon itu berguncang hebat. Dari atas dahan, berjatuhan logam mulia seberat 10 gram sebanyak puluhan batang, diikuti oleh beberapa kunci mobil mewah yang lengkap dengan STNK-nya yang sudah dipajak.
"Woi! Pak Tejo dapet durian runtuh!" teriak tetangganya, Udin.
Sontak, seluruh warga desa datang membawa karung. Mereka mulai memanjat pohon itu. Tapi anehnya, pohon itu sangat selektif. Ketika si Udin yang terkenal pelit memanjat, pohon itu malah menjatuhkan Surat Tilang dan Tagihan Listrik yang sudah menunggak tiga bulan.
"Aduh! Sakit!" teriak Udin saat kepalanya tertimpa dokumen cicilan motor yang sangat tebal.
Ternyata, pohon itu berfungsi berdasarkan sistem karma instan. Kalau yang lewat orang baik, yang jatuh adalah emas. Kalau yang lewat orang jahat, yang jatuh adalah Surat Panggilan dari KPK atau minimal struk belanja yang harganya sudah naik dua kali lipat.
Desa itu mendadak jadi sangat religius dan sopan. Orang-orang saling menolong hanya agar bisa bersin di bawah pohon durian Pak Tejo. Namun, Pak Tejo malah jadi pusing. Halamannya penuh dengan mobil sport yang tidak bisa lewat karena jalan desanya cuma selebar satu meter.
Akhirnya, Pak Tejo memutuskan menebang pohon itu karena ia tidak sengaja bersin terlalu keras dan yang jatuh adalah Sertifikat Kepemilikan Bulan. Pak Tejo takut kalau besok dia bersin lagi, malah satu galaksi jatuh ke kepalanya.
Title: Durian Runtuh yang Terlalu Runtuh
Author: Virgoygsetia
Category: Cerpen, Absurd, Indonesia